10 Cara Menjadi Pintar

Belajar mendadak menjelang ujian memang tidak efektif. Paling nggak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Ada sepuluh cara pintar supaya waktu belajar kita menjadi efektif. 1. Belajar itu memahami bukan sekedar menghapal Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran. 2. Membaca adalah kunci belajar Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita. 3. Mencatat pokok-pokok pelajaran Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian. 4. Hapalkan

4 Sifat Wajib dan 4 Sifat Mustahil Nabi dan Rasul

1. Sidiq artinya benar, maka mustahil qijib artinya dusta.
Para Nabi dan Rasul itu bersifat benar, baik dalam tutur kata maupun perbuatan. Yakni sesuai dengan ajaran Allah SWT. Jadi mustahil mereka berdusta.

2. Amanah artinya dapat dipercaya, maka mustahil khianat artinya curang.
Para Nabi dan Rasul bersifat jujur dakam menerima ajaran Allah SWT serta memelihara keutuhannya dan menyampaikannya kepada umat manusia. Jadi mustahil mereka curang atau khianat.

3. Tabligh artinya menyampaikan wahyu kepada umatnya, maka mustahil kitman artinya menyembunyikan wahyu.
Para Nabi dan Rasul pasti menyampaikan seluruh ajaran Allah SWT sekalipun jiwanya terancam. Jadi mustahil mereka menyembunyikan seluruh atau sebagian ajaran yang diperintahkan oleh Allah SWT.

4. Fathanah artinya pandai atau cerdas, maka mustahil hagkun artinya bodoh.
Para Nabi dan Rasul itu bijaksana dalam semua sikap, perkataan dan perbuatannya atas dasar kecerdasannya. Jadi mustahil mereka dapat dipengaruhi oleh orang lain.

Asmaul Husna

ASMAUL HUSNA (99 NAMA ALLAH)
No
Nama
Keterangan
1. Rabb Yang Maha Memiliki
2. Ar-Rahmaan Yang Maha Pengasih dan Pemurah
3. Ar-Rahiim Yang Maha Penyayang
4. Al-Maalik Yang Maha Menguasai dan Memiliki
5. Al-Quddus Yang Maha Suci
6. As-Salam Yang Maha Memberi Keselamatan
7. Al-Mu'min Yang Maha Memberi Keamanan
8. Al-Muhaimin Yang Maha Memelihara
9. Al-'Aziz Yang Maha Kuasa
10. Al-Jabbaar Yang Maha Perkasa
11. Al-Mutakabbir Yang Maha Memiliki Kebesaran
12. Al-Khaaliq Yang Maha Pencipta
13. Al-Baari' Yang Maha Mengadakan
14. Al-Mushawwir Yang Maha Membentuk rupa
15. Al-Ghaffaar Yang Maha Pengampun
16. Al-Qahhar Yang Maha Perkasa
17. Al-Wahhaab Yang Maha Memberi Karunia
18. Ar-Razzaq Yang Maha Memberi Rejeki
19. Al-Fattaah Yang Maha Pembuka
20. Al-'Aliim Yang Maha Mengetahui
21. Al-Qaabidl Yang Maha Menyempitkan
22. Al-Baasith Yang Maha Memperluas
23. Al-Khaafidl Yang Maha Merendahkan
24. Ar-Raafi' Yang Maha Mengangkat derajat
25. Al-Mu'izz Yang Maha Memuliakan
26. Al-Mudzill Yang Maha Menghinakan
27. As-Saami' Yang Maha Mendengar
28. Al-Bashir Yang Maha Melihat
29. Al-Hakam Yang Maha Bijaksana
30. Al-'Adl Yang Maha Adil
31. Al-Lathiif Yang Maha Halus
32. Al-Khabiir Yang Maha Memberi Kabar
33. Al-Haliim Yang Maha Penyantun
34. Al-'Adhiim Yang Maha Agung
35. Al-Ghafuur Yang Maha Pengampun
36. Asy-Syakuur Yang Maha Menerima Syukur
37. Al-'Aliyy Yang Maha Tinggi
38. Al-Kabiir Yang Maha Besar
39. Al-Hafiidh Yang Maha Menjaga
40. Al-Muqiit Yang Maha Memberi Kekuatan
41. Al-Hasiib Yang Maha Menghisab
42. Al-Jaliil Yang Maha Luhur
43. Al-Kariim Yang Maha Mulia
44. Ar-Raqiib Yang Maha Membaca Rahasia
45. Al-Mujiib Yang Maha Memperkenankan Do'a
46. Al-Waasi' Yang Maha Memperluas
47. Al-Hakiim Yang Maha Bijaksana
48. Al-Waduud Yang Maha Memberi Kesejukan
49. Al-Majiid Yang Maha Mulia
50. Al-Baa'its Yang Maha Membangkitkan
51. Asy-Syahiid Yang Maha Menyaksikan
52. Al-Haqq Yang Maha Benar
53. Al-Wakiil Yang Maha Mewakili
54. Al-Qawiy Yang Maha Kuat
55. Al-Matiin Yang Maha Kokoh
56. Al-Waliy Yang Maha Melindungi
57. Al-Hamiid Yang Maha Terpuji
58. Al-Muhshy Yang Maha Menghitung
59. Al-Mubdi' Yang Maha Memulai
60. Al-Mu'iid Yang Maha Mengembalikan
61. Al-Muhyi Yang Maha Menghidupkan
62. Al-Mumiit Yang Maha Mematikan
63. Al-Hayy Yang Maha Hidup
64. Al-Qayyuum Yang Maha Berdiri Sendiri
65. Al-Waajid Yang Maha Menemukan
66. Al-Maajid Yang Maha Mulia
67. Al-Wahiid Yang Maha Esa
68. As-Shamad Yang Maha Tidak bergantung
69. Al-Ahaad Yang Maha Esa
70. Al-Qadiir Yang Maha Menentukan
71. Al-Muqtadir Yang Maha Kuasa
72. Al-Muqaddim Yang Maha Mendahulukan
73. Al-Muakhkhir Yang Maha Mengemudiankan
74. Al-Awwal Yang Maha Awal
75. Al-Aakhir Yang Maha Akhir
76. Az-Zhahir Yang Maha Nyata
77. Al-Baathin Yang Maha Gaib
78. Al-Waaliy Yang Maha Melindungi
79. Al-Muta'aaliy Yang Maha Meninggikan
80. Al-Barr Yang Maha Dermawan
81. At-Tawwaab Yang Maha Menerima Taubat
82. Al-Muntaqim Yang Maha Memberi Balasan
83. Al-'Afuww Yang Maha Pengampun
84. Ar-Ra'uuf Yang Maha Melimpahkan Kasih Sayang
85. Maalikul Mulki Yang Maha Memiliki Kerajaan
86. Dzul Jallali wal Ikram Yang Maha Memiliki Kemuliaan dan Kemurahan
87. Al-Muqsith Yang Maha Adil
88. Al-Jaami' Yang Maha Mengumpulkan
89. Al-Ghaniy Yang Maha Kaya
90. Al-Mughnii Yang Maha Memberi Kekayaan
91. Al-Maani' Yang Maha Menghalangi
92. Adh-Dhaarr Yang Maha Memberi Hukuman
93. An-Naafi' Yang Maha Memberi Kemanfaatan
94. An-Nuur Yang Maha Penerang
95. Al-Haadii Yang Maha Memberi Hidayah
96. Al-Badii' Yang Maha Pencipta Keindahan
97. Al-Baaqii Yang Maha Kekal
98. Al-Waarits Yang Maha Pewaris
99. Ar-Rasyiid Yang Maha Pintar
100. Ash-Shabuur Yang Maha Penyabar
101. Al-Muhiith Yang Maha Menguasai
102. Adh-Dhahir Yang Maha Menjelaskan
103. Adz-Dzuntiqaam Yang Maha Menetapkan Pembalasan

Sifat-sifat Allah

NoSifat WajibSifat Mustahil
1WujudAdaAdamTidak ada
2QidamDahuluHuduusBaru
3Baqa'KekalFanaRusak
4Mukhalafatuhu lil hawaditsBerbeda dengan ciptaan-NyaMumatsalatuhu lil hawaditsSama dengan ciptaan-Nya
5Qiyamuhu binafsihiBerdiri dengan sendirinyaIhtiyaju lighairihiMembutuhkan yang lain
6WahdaniyyahEsa atau TunggalTa'addudBerbilang
7QudrahBerkuasa'AjzunLemah
8IradahBerkehendakKarahahTerpaksa
9IlmuMengetahuiJahlunBodoh
10HayatHidupMautunMati
11Sam'unMendengarSamamumTuli
12BasarMelihatUmyunButa
13KalamBerkataBukmunBisu
14QadirunYang Berkuasa'AjizunYang maha lemah
15MuridunYang BerkehendakMukrahunYang maha terpaksa
16'AlimunYang MengetahuiJahilunYang maha bodoh
17HayyunYang HidupMayyitunYang mati
18Sami'unYang MendengarAshammaYang maha tuli
19BasirunYang MelihatA'maaYang maha buta
20MutakallimunYang BerbicaraAbkamaYang maha bisu

Cara Berbicara Yang Harus Dihindari

Berbicara adalah salah satu bentuk komunikasi yang paling efektif karena pesan yang ingin disampaikan bisa langsung diterima. Respon dari orangnya pun bisa langsung kita dapatkan. Namun, ada satu hal yang perlu kita ingat ketika berbicara adalah adanya komunikasi non verbal yang pengaruhnya sangat besar. Komunikasi non verbal ini bisa berupa bahasa tubuh, ekspresi wajah, intonasi suara dan sebagainya. Jadi selain pesan yang disampaikan secara lisan, lawan bicara juga akan mendapat “pesan” dari komunikasi non verbal yang dilakukan. Untuk itu, kita harus berhati-hati ketika berbicara. Jangan sampai komunikasi non verbal kita mengganggu dan merusak pembicaraan. Ada beberapa cara berbicara yang harus dihindari yaitu:

1. Menggunakan nada suara tinggi
Nada suara yang tinggi bisa merusak komunikasi. Meskipun isi pesannya baik tapi jika disampaikan dengan nada suara yang tidak tepat bisa diartikan lain. Biasanya nada suara tinggi digunakan ketika orang sedang marah dan beradu mulut. Berbicara dengan nada tinggi dianggap kurang sopan dan bisa menyinggung perasaan orang lain. Gunakan nada suara yang lebih rendah dan tutur kata yang lembut.

2. Menggunakan kata-kata kasar
Ada banyak pilihan kata dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerah untuk mengungkapkan satu makna. Jangan menggunakan kata-kata yang bisa diartikan kasar oleh pendengar. Bahasa daerah tertentu menggunakan kata yang berbeda untuk lawan bicara yang berbeda. Kalau bicara dengan orang tua dan anak-anak pilihan katanya tidak sama. Pilihlah kata-kata yang tepat untuk berbicara dengan lawan bicara sesuai dengan karakter orangnya.
Mi Annahdliyin dt Slideshow: Faishol12’s trip to Sidoarjo, Indonesia (near Surabaya) was created with TripAdvisor TripWow!